
Dari sebagian yang memilih bekerja mandiri, mereka yang lulus sekolah kejuruan
grafis
atau lulus kuliah DKV tentu disibukkan dengan mencari pekerjaan,
seperti sarjana-sarjana lain pada umumnya. Internet jurusan lowongan
pekerjaan dan Koran hari Sabtu akan menjadi santapan lahap para pencari
kerja.
Jika pelamar kerja pada umumnya hanya butuh CV dan fotokopi ijazah
plus nilai atau IPK tinggi agar diterima bekerja disebuah perusahaan,
berbeda dengan melamar pekerjaan dibidang
kreatif semacam
desainer
grafis. Tidak cukup hanya modal nilai bagus, kita juga harus
menunjukkan karya. Tapi tak cukup modal portfolio bagus juga, ada
beberapa hal yang harus kita perhatikan agar diterima bekerja di
perusahaan yang kita inginkan plus gaji yang cukup. Cukup buat beli
mobil, rumah dan naik haji. Hehe.
Lalu apa sih kesalahan desainer grafis yang umum dilakukan oleh saat
melamar pekerjaan dan membuat mereka tidak diterima bekerja? Berikut ini
adalah beberapa hal yang sebaiknya kamu hindari saat melamar pekerjaan
sebagai desainer grafis. Tapi perlu diketahui juga jika beberapa hal
dibawah ini hanyalah riset secara umum, artinya tidak serta merta setiap
perusahaan menerapkan indikator yang sama untuk menilai calon karyawan
mereka.
1. Gagal mempresentasikan proses desain yang ditampilkan pada portfolio
Hasil akhir desain yang keren itu bagus, tapi jika kamu tidak bisa
menjelaskan bagaimana proses dari menemukan ide hingga mendapatkan
solusi, itu kurang menarik. Bisa jadi akan memperburuk nilaimu saat
wawancara. Setiap desain pasti punya proses dan cerita, jelaskan secara
jelas dan tidak bertele-tele. Mereka ingin tahu bagaimana seseorang
melakukan proses kreatifnya.
2. Terlalu banyak menampilkan portfolio
Jika kamu dipanggil wawancara setelah ada proses penyerahan surat
lamaran, berarti perusahaan telah melakukan observasi terlebih dahulu
hingga memutuskan untuk melakukan wawancara. Namun, jika wawancara
dilakukan secara langsung bersamaan dengan penyerahan surat lamaran,
artinya mereka belum melihat portfoliomu sebelumnya. Pada saat kamu
menampilkan portfolio, baik itu di website, CD interaktif digital maupun
print out, pilihlah yang terbaik. Tidak perlu banyak tapi cukup merepresentasikan seperti apa
skill
yang kamu miliki. Pewawancara tidak ada waktu untuk melihat 100
halaman portfolio, tapi jika kamu bisa memilih yang terbaik dari yang
terbaik, dua karyamu akan cukup membuat mereka berkesan.
3. Tidak memiliki karya personal
Personal project bisa menjadi indikator tingkat intelektual dan level
kreativitas
yang kamu punya. Selalu menarik melihat idealisme desainer saat mereka
bekerja dibawah control mereka sendiri tanpa campur tangan orang lain /
klien. Gunakan waktu luang untuk membuat proyek personal, selain untuk
mengasah skill tentu akan berguna juga untuk menunjukkan seberapa besar
kreativitas dan idealisme dalam
desain grafis.
4. Typo dalam menulis surat lamaran atau CV
Meskipun dianggap hal sepele tapi kesalahan-kesalahan kecil untuk hal
yang serius, kamu akan dianggap kurang teliti alias ceroboh. Dan ini
akan dianggap kurang bagus bagi perusahaan, terutama dimasa datang saat
berhadapan dengan pekerjaan dan klien. Selalu ingat untuk meneliti ulang
hasil akhir pekerjaan.
5. Tidak jujur mengenai alasan meninggalkan pekerjaan sebelumnya
Jika sebelumnya kamu telah pengalaman bekerja dan memutuskan mencari
pekerjaan baru, maka jujurlah tentang alasanmu berhenti bekerja. Bukan
alasan personal, tapi mungkin soal kebijakan perusahaan yang nyleneh,
kamu ingin lebih banyak tantangan dan tanggungjawab, dsb. Bisa jadi ini
akan menjagamu dari deskripsi pekerjaan yang tidak kamu inginkan.
6. Terlalu idealis
Idealis itu tidak buruk tapi terlalu idealis itu kurang baik. Saat
kamu memutuskan melamar pekerjaan, berarti kamu siap untuk bekerja
dengan orang lain, baik itu klien maupun rekan kerja. Tunjukkanlah bahwa
kamu bisa bekerja sama dalam tim. Seberapapun bagusnya portfoliomu
tapi tidak bisa bekerja dengan orang lain atau tim, yah jaminan kamu
diterima bekerja di perusahaan akan semakin kecil.
Thanks to : http://idesainesia.com